Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Di mana ada musim yang menunggu?
Walaupun gue suka sama semua jenis lagu, gue tetep punya preferensi terhadap genre-genre tertentu. Salah satu yang gue minati adalah trance. Dulu, gue demen banget sama Tiesto, Armin, Guetta, yang pada masanya selalu rebutan posisi 1-2-3 di chart Top DJ. Selain itu ada juga Tegan & Sara, yang gue kenal pertama lewat I Feel It In My Bones, kolaborasi bareng Tiesto. Makin kesini, gue mulai mengenal yang lain macem Dash Berlin yang terdengar lebih ringan, dan tentu saja, Above & Beyond yang kemudian menjadi idola gue.
Pertama kali gue kenal A & B melalui lagu You Gotta Go yang luar biasa menginspirasi. Selain lagunya enak, A & B demen banget bikin lagu yang nancep di hati. You Gotta Go gue dengar ketika gue lagi down soal kuliah, dan, luar biasa, liriknya bisa membangkitkan semangat. Selain itu, A & B punya versi akustik dari beberapa lagunya, yang membuat tiap individu yang mendengarnya makin merasa kasuat-suat, hatinya kayak teriris-iris.
Berikut beberapa lagu favorit gue dari A & B :
1. Satellite
Gue memang sering mengasosiasikan sebuah lagu dengan seseorang, dan lagu ini mengingatkan gue pada seorang lelaki yang selalu gue doakan keselamatan dan kesuksesannya. Konon katanya, lagu ini emang menceritakan tentang salah satu personil A & B yang pada saat itu LDR an sama istrinya. Gue lebih suka versi akustik dari lagu ini, karena lebih keluar aura lagunya.
Coba deh dengerin :"""
2. You Gotta Go
Lagu pertama A & B yang mampir ke telinga gue. Liriknya beneran menginspirasi, dan beat-nya asik banget. Lagu ini mendorong pendengarnya untuk selalu berusaha menjadi sukses dan meraih mimpinya.
Kalo yang ini, gue lebih suka versi asli dibandingin akustik
3. Miracle
Nah, ini lagu tentang kondisi bumi saat ini, dimana manusia seenak jidat moyangnya mengeksploitasi sumber daya tapi masih ngarep bisa hidup tenang tanpa bencana. Mereka nggak mikirin gimana generasi selanjutnya bisa bertahan hidup kalau mereka terus-terusan merusak lingkungan.
JLEBBB
4. Fly To New York
Ini lagu yang paaaaaaliiiing gue suka video klip-nya. Di video klip ini diceritakan seorang anak yang nekat ke New York buat ketemu seorang perempuan yang kirim-kirim surat ke bapaknya, setelah mendengar curhatan si bapak tentang istrinya yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Terus akhirnya si bapak nyusul ke NY, dan, cieee mereka ketemu. <3 <3 <3
Lagu ini gue dengerin pas lagi kangen sama orang yang gue mention di nomer 1.
I wish I could fly to Mel, not New York :p.
VIDEOKLIPNYA ALLAHUAKBAR SO HEARTWARMING I BURST IN TEARS WATCHING THIS MASTERPIECE!!!
5. On A Good Day
Udah, liat aja video klipnya, dengerin lagunya. Have a little faith.
Gue suka sama versi akustiknya, tapi videoklip aslinya beneran jleb banget. Berikut gue sertakan kedua video klip tersebut.
Lagu aslinya, video klip-nya bikin pengen nangis
Ini versi akustik
Selain lagu-lagu di atas, lagu seperti Sun & Moon, Counting Down The Days, We Are All We Need, dan beberapa lagu lain sering gue puter. Belum semua lagu A & B gue dalami, karena emang kebiasaan gue buat dengerin beberapa lagu selama berbulan-bulan, sampai akhirnya gue bisa move on dan mendengarkan lagu lain.
Selama ini genre trance sering diidentikkan dengan musik hura-hura, dugem, kadang minim makna. Tapi coba tengok barang sebentar junjungan gue Above & Beyond, maka lo akan mengalami pergeseran paradigma.
Kalo gue punya 20 jempol, gue angkat semuanya buat A & B!
Setelah melihat rentetan postingan gue yang lebih banyak berisi racun-racun dunia, kali ini gue mau menuliskan tentang sesuatu yang menyehatkan : dance fitness.
Semua berawal dari semester 1 kemarin, saat dengan semangat 45 gue berusaha menjadi sehat sampai daftar membership di 2 gym. Iya, dua. Satu di Urban Gym, gue ikutan kelas zumba, dan satunya lagi di S Fitness, gue daftar full membership, tapi gue cuma ikutan kelas aerobik sama zumba-nya aja. Tadinya pengen ikut yoga juga, tapi jadwalnya nggak cocok. Mau ikut belly dance, takutnya baru masuk kelas disuruh pulang lagi, setelah instrukturnya bilang, "Maaf, ibu hamil gak disarankan ikut kelas ini".
Menginjak semester 2, kesibukan yang begitu padat membuat gue agak tidak mungkin ikut kelas-kelas gym yang rata-rata kalo nggak pagi, sore hari. Daripada gue nggak olahraga sama sekali, akhirnya gue berniat download video senam-senam yang bisa dilakukan di rumah.
Sebetulnya, waktu kerja dulu, gue masih rajin olahraga di rumah, pakai videonya PopSugar Fitness. Favorit gue 40 minutes full body workout for beginner. Sebenernya gue seneng sama video itu karena.... diantara video olahraga yang lain, video itu yang paling mudah buat diikutin wkwkwk. Plus, dalam sebulan gue rutin olahraga pakai video itu, walaupun nggak full set (kadang gue cuma 2 set doang) badan gue super sangat fit sekali. Perut kotak-kotak, tangan kenceng, kaki kuat.
Ini video popsugar yang gue maksud
Namun, karena selama semester 2 gue merasa tiap hari energi tersedot oleh Dementor, maka gue butuh olahraga yang agak sedikit haha hehe dan membuat gue tersenyum, for the sake of sanity. Jadilah gue mencari video dance fitness. Sejauh ini gue pakai video dari 2 akun, yaitu The Fitness Marshall dan Dance Fitness With Jessica.
Kalau dibandingkan, The Fitness Marshall dance nya lebih centil, tapi lebih mudah diikuti. Kalo Dance Fitness With Jessica, gerakannya lebih sulit, tapi emang bikin keringetan maksimal. Ini gue sertakan video youtube mereka, dengan lagu yang sama dan gerakan yang beda.
"Me Too" -nya Megan Trainor, versi The Fitness Marshall
"Me Too" -nya Megan Trainor, versi Dance Fitness With Jessica
Menarik banget kan?
Selama liburan semester 2 ini, gue berencana buat membersihkan diri, hati, dan pikiran dari racun. Detoksifikasi. Setelah satu semester berlalu dengan penuh drama nggak penting, gue berharap bisa menenangkan diri dan mengatur jarak dengan sekitar, sehingga gue tahu gue harus berdiri di mana, melakukan apa.
Sejauh ini semuanya berjalan lancar. Ya nggak selamcar itu juga sih, tapi cukup lancar.
Semoga begitu kembali ke rutinitas lagi di kemudian hari, semuanya sudah tertata dengan rapi.
Ketika gue mengalami kekecewaan atau hal-hal kurang baik lainnya dalam hidup, gue bisa melakukan beberapa hal. Pertama, dandan. Pakai baju bagu. Pakai sematu cantik. Pakai kerudung indah. Nggak lupa pakai make up. Kedua, gue akan jadi sangat sarkas, ngomong dengan perumpamaan yang menarik, semua kata-kata gue bisa dikumpulkan jadi kutipan ala-ala buat ngisi tumblr, dan gue akan cuek, tidak peduli pada dunia dan isinya, kecuali diri gue sendiri. Dalam mode seperti ini, gue bisa multitasking dan bisa berpikir sangat cepat. Kemampuan bahasa naik, kemampuan otak meningkat, nekat, dan biasanya gue jadi lebih flirty.
Iya, saat ini gue ada di fase tersebut.
Mungkin gue lebih bego dari keledai, karena kalo gue lebih bego dari kedelai, gue disejajarkan apple to apple dengan Malika. Oke, bukan itu poinnya. Gue melakukan kesalahan yang sama. Berulang-ulang-ulang-ulang kali. Dan ceritanya selalu sama. Ending-nya ketebak. Apalagi kalo bukan perkara cinta gue yang udah kayak kondisi di Simpang Siur jam 7 pagi : chaos.
Gue terlalu peduli sama orang, dan itulah kelemahan gue.
Mungkin mulai detik ini gue sebaiknya mulai memerhatikan diri gue sendiri.
Versi positifnya, mungkin kami tidak cocok. Actually I think that he deserves better. So do I. Maybe we're too kind for each other and we must share our kindness with any other human being around us. So God made plans to puts our fate with other person.
Versi negatif : aelah. (udah gausah diterusin)
Jadi, begitulah. Gue bertransformasi menjadi Sarcastic Me.
Dan mencoba untuk tidak peduli pada apapun.
Setelah beliau meninggal hampir 7 tahun yang lalu, peran ibu otomatis diambil alih oleh semua orang yang ada di rumah : gue, bapak, dan abang. Terutama bapak. Bapak yang merawat rumah dan isinya. Bapak yang ngurusin anak-anaknya ketika sakit. Bapak yang pusing kesana kemari. Semua sama bapak.
Kadang gue suka mikir, rasanya waktu yang gue habiskan bersama beliau masih sangat sedikit. Kadang sibuk nugas. Pas kerja sibuk kerja. Atau kadang sibuk bersosialisasi sama teman-teman. Gue berpikir seharusnya gue menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Tanpa distraksi apapun.
Kadang gue suka mikir, kok rasanya belom bisa bahagiain bapak. Sebagai anak yang dari kecil memang bandel, rebel, dan dicap tidak akan bisa sukses, gue menghabiskan 90% umur gue untuk melakukan pembuktian pada orang-orang yang sembarangan ngasih embel-embel. Gue tumbuh menjadi manusia tidak peduli. Yang gue pikirkan adalah diri gue sendiri dan capaian yang harus gue penuhi dalam tenggat tertentu. Semakin lama, semua terasa sangat egois. Di saat yang gue khawatirkan hanya diri gue sendiri, yang bapak khawatirkan hanya anak-anaknya. Bahkan ketika gue bilang belom bisa ngasih apa-apa, beliau bilang, "Papa khawatir apa yang papa kasih ke kalian ini nggak cukup."
Beliau mewariskan cara berpikir logis dan memegang teguh prinsip sebagai landasan hidup bagi semua anak-anaknya. Beliau, dan ibu, memberikan warisan dengan menyekolahkan kami bertiga setinggi mungkin, dan menyuruh kami bertiga untuk menuntut ilmu setinggi mungkin karena, "cuma ini yang bisa kami wariskan buat kalian".
Untuk gue, semua hal tersebut sudah lebih dari cukup. Mungkin bukan harta yang beliau berdua berikan pada kami bertiga. Tapi, ketika melihat ke dalam diri gue, gue menyadari, kalau, gue sangatlah kaya.
Semoga kami selalu diberikan kesehatan agar bisa terus berbagi dan saling membahagiakan.
Selamat hari ibu, bapak. Karena sesungguhnya hari ibu bukan hanya untuk semua ibu, tapi juga untuk mereka semua yang berperan sebagai ibu.
Setelah berbulan-bulan lamanya ngga ketemu, akhirnya di sebuah kondangan orang kantor, manusia satu ini muncul.
Kadang suka pengen ketawa kalo inget 1.5 tahun kebelakang, banyak banget hal ajaib yang terjadi di antara kami berdua. Mulai dari terpaksa foto berdua, terpaksa solat berdua, terpaksa kerja berdua, terpaksa nungguin laptop dia sampe malem, terpaksa mendengar garingan dia, dan terpaksa-terpaksa aneh lainnya yang kalo dipikir-pikir, asa teu kudu alias nggak perlu. Sempet juga ada acara sidang dadakan yang digelar oleh teman-teman sepermainan di kantor, nanyain berbagai macam hal, dari "Abang suka makan apa?" sampe "Lo mau kawin umur berapa sih Bang?" yang nggak berkesudahan dan suaranya kenceng banget sampe seluruh penjuru kantor bisa denger. Sempet ada adegan ibunya dengan sepenuh hati curhat "Kapan ya anak saya nikah?" ke orang kantor, yang kemudian melimpahkan semuanya ke gue.
Tapi masa-masa emasnya udah lewat, Mungkin tergantikan oleh yang lain. Mungkin juga nggak. Mungkin di masa mendatang gue akan ketemu batak-cina-islam-keras kepala-tekun-garing-cuek lainnya yang semodel sama ini, mungkin juga nggak. Banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan datang, yang tidak bisa gue prediksi, seperti pertemuan kami kemarin ini. Seperti foto berdua ini yang, pada akhirnya, setelah 1.5 tahun, ada juga yang bener dan layak dipajang.
Yang perlu dilakukan sekarang adalah, seperti yang dia pernah bilang, "ikhlaskan, biar bahagia".
Seharusnya, sesuai judulnya, gue mengisi bagian kosong di tempat ini dengan kata-kata sarat makna ala junjungan kita bapak Sumaryono yang sekarang kontraknya sudah diputus di televisi lantaran skandal sama anaknya. Tapi, gue terlalu malas untuk sok menguatkan diri, jadi mungkin gue bakalan meracau apapun, yang membuat gue tenang mengantuk, lalu tidur.
Hari ini hari yang berat. Kata Kak Hengki, terlihat dari cara gue mengetik, gue habis melewati hari yang berat. Salah. Gue diberikan hari yang berat. Kalo sudah melewati, artinya semua harusnya sudah baik-baik saja. Tapi masih ada beban yang ngeganjel di hati, membuat status keberatan hari ini belum berubah dari diberikan jadi dilewati.
Dari pagi ada aja yang bikin kesel, sampe sore. Sampe malem. Tapi mungkin benar kata Dek Tia, kalo semuanya hanya perasaan gue aja, dan mungkin ini adalah efek samping buruk dari overthinking yang emang jadi penyakit buruk gue sedari kecil. Dan mengutip kata Kak Ninis, coba saja dulu. Usahakan dulu.
Namun di saat-saat seperti ini, gue merasa motivasi tersebut masih belum bisa diterima akal sakit gue. Makanya, berhubung ada sedikit kedok "long weekend", gue, seperti yang sudah-sudah tiap kali sedih, akan menghilangkan kesedihan dengan cara yang tidak pernah berubah : merayakannya. Karena kesedihan yang dirayakan, seperti pesta-pesta anak remaja kekinian, hanya akan terasa gegap gempita beberapa saat, untuk kemudian hilang jejaknya, hanya menyisakan cerita dan kenangan.
Setelah semua berlalu, status diberi hari yang berat akan berganti menjadi melalui hari yang berat.
idealisme/ide·al·is·me/ /idéalisme/ n
hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang dianggap sempurna
Setelah pensiun dari kehidupan kajian dan fokus pada kehidupan pengajian, gue tidak lagi punya aplikasi KBBI offline di laptop. Definisi di atas merupakan hasil dari KBBI online.
Kemarin, setelah beberapa kali gagal ikutan ngumpul bareng sama anak-anak seangkatan, akhirnya gue dapet kesempatan ketemu sama beberapa dari mereka. Mang Ega dan Iyo Bulet. Adalah kesempatan yang langka bisa menemukan mereka berdua di belantara Bandung yang kejam, mengingat kesibukan keduanya sangat padat, nyaingin jadwal Pak Presiden RI.
Biasa, begitu ngumpul, langsung update kehidupan. Ega yang baru beberapa bulan lulus master di Newcastle, Tio yang kerja di NGO, dan gue yang masih berdarah-darah kuliah. Semua dimulai dari satu kata yang jadi tajuk tulisan ini. Idealisme.
Ega lanjut sekolah bidang air dan sanitasi, karena idealisme. Tio masuk NGO, karena idealisme. Gue, yang dulu bersama dengan Tio punya idealisme yang sama, ngambil S2 dan menolak beragam tawaran kerja, karena idealisme.
Kami berangkat dari standar masing-masing yang kami jadikan tolok ukur apa yang boleh dan tidak boleh kami lakukan sebagai sarjana TL. Lalu setelah kami nyemplung ke kubangan kerja, kami merasa idealisme ini dipertaruhkan. Bekerja dengan bersih. Bekerja sesuai bidang. Bekerja sesuai minat. Berharap ilmu dari jenjang lanjutan bisa menyokong.
Sekarang, Tio masih aman pada pekerjaannya yang menarik. Ega memutuskan mundur dari pekerjaan yang sekarang karena lingkungan yang tidak bersih. Tapi tawaran pekerjaan selanjutnya datang dari bidang yang tidak begitu dia minati, walaupun pekerjaan ini pekerjaan bersih. Nggak akan ada cerita Ega harus nyuapin orang biar urusannya lancar. Tapi kemungkinan besar, apa yang dia dapat sepulang dari Newcastle nggak akan kepake. Apa yang dia cita-citakan, nggak akan tercapai. Walaupun dan Ancil, pacarnya, setuju dengan gue dan Tio untuk mendukung Ega mengambil pekerjaan tersebut, gue masih lihat ada keraguan.
Tapi pertemuan kemarin diakhiri dengan satu kesimpulan, bahwa yang terpenting dari kesempurnaan yang kami agung-agungkan, adalah ketika apa yang kami kerjakan bermanfaat bagi khalayak ramai.
