For the very first time in my life, I feel worry about something other than my relationship with boy(s).
I am worrying my life.
Seems like I can't manage my life. I can't even sleep in peace. Nightmares always hunt me. Literally. Every night I dream about my family, my friends, my jobs, my study, and anything about my deep dark fears. I always wake up at 2 A.M and 4 A.M, my weight decreasing everyday no matter how much I eat, and my hair loss become worse than before.
I hate it when I'm start worrying about my life. I hate it when I'm start thinking about what should I do tomorrow or what would I become in 3 years. I can't live life like this. I just can't.
And I can't stop crying.
Tidak akan ada yang pernah bisa memisahkan gue dan series-series yang bertumpuk menunggu untuk ditonton. Tidak ada.
Gue bisa menggeser jadwal kerja, jadwal nugas, dan jadwal-jadwal penting lainnya seperti kencan dan ngasih makan kucing, hanya demi menamatkan series yang sedang gue tonton. Kadang-kadang memang series pada akhirnya harus mengalah pada hal lain, makanya saat-saat liburan adalah saat yang paling gue nantikan, karena gue bisa maraton series sampe cuma tidur dua jam aja.
Liburan puasa kali ini sedikit berbeda. Gue tidak lagi bekerja, jadi seharusnya gue bisa punya waktu lebih banyak buat nonton series. Tapi, gue mulai bikin tesis dan mroyek, jadi puasa gue tetep masuk, namun gue dapet tambahan libur ekstra sekitar seminggu. Jadilah gue mulai maraton series seperti apa yang selalu gue lakukan tiap liburan.
Nah, teman liburan gue kali ini adaaaalaaahhhh *drum rolls* :
1. Psych
Entah kenapa gue suka banget sama banner ini
Seperti tertera di banner, series ini terdiri dari 8 season, dan seperti biasa, gue baru akan nonton ketika minimal satu series udah lengkap. Gue agak tersiksa untuk nonton series yang ongoing, karena kalo penasaran mesti nunggu tayang episode selanjutnya. Kalo udah kelar kan tinggal next episode aja hahaha.
Psych bercerita tentang Shawn Spencer yang (ngakunya sih) punya kemampuan lebih sejenis indra keenam dan suka dapet wangsit buat memecahkan kasus. Karena sesuatu dan lain hal, dia menjadi psych detective di Santa Barbara, bareng sama temennya dari kecil, Burton Guster yang merupakan pharmaceutical sales. Tiap awal episode biasanya ada cerita waktu Shawn kecil yang suka ada hubungannya sama kasus di episode tersebut.
Yang paling gue suka dari series ini tentu saja ketelitian Shawn, berantemnya dia sama Lassie, dan keakraban dia sama Gus, plus, banyak hal nggak penting yang bikin ngakak nggak bisa berhenti :(
2. Galavant
Jangan tertipu sama bannernya yang serius gini
Gue bukan penggemar musikal, apalagi yang temanya medieval, tapi, begitu liat Galavant, gue beresin 2 season dalam 1 hari. Galavant sebenarnya muncul di list tontonan gue karena, seperti biasa, gue mulai fangirling aktor di series lain, dalam kasus ini Timothy Omundson yang jadi Carlton Lassiter di Psych. Terus gue cari, ternyata dia main di sebuah series bernama Galavant. Terus gue nonton deh.
Galavant, seperti judulnya bercerita tentang seorang pahlawan bernama Galavant yang nggak jadi pahlawan lagi setelah pacarnya diculik King Richard dan pas mau diselamatkan, ternyata Madalena, pacar Galavant ini, matre dan haus kekuasaan. Dia malah memilih menikah sama King Richard. Sampai pada suatu hari ada seorang putri raja yang meminta tolong Galavant karena kerajaannya dijajah King Richard, dan dia bilang Madalena masih cinta sama Galavant.
Sepanjang series gue ngakaka-ngakak, entah karena emang segitu lucunya, entah karena selera humor gue emang receh. Ada beberapa adegan yang menurut gue sejenis plesetannya Game Of Thrones, seperti ketika Galavant mati dan dihidupkan kembali. Atau saat Chef bilang pasangannya boleh membesarkan anak perempuan ketika mereka menikah nanti, tapi cuma 1 aja, sisanya bakalan dikasih ke White Walkers.
Nah, selain series yang udah dan lagi ditonton, ada beberapa yang baru akan gue tonton :
3. Halfworlds (Season 2)
4. 13 Reason Why
Galavant, seperti judulnya bercerita tentang seorang pahlawan bernama Galavant yang nggak jadi pahlawan lagi setelah pacarnya diculik King Richard dan pas mau diselamatkan, ternyata Madalena, pacar Galavant ini, matre dan haus kekuasaan. Dia malah memilih menikah sama King Richard. Sampai pada suatu hari ada seorang putri raja yang meminta tolong Galavant karena kerajaannya dijajah King Richard, dan dia bilang Madalena masih cinta sama Galavant.
Sepanjang series gue ngakaka-ngakak, entah karena emang segitu lucunya, entah karena selera humor gue emang receh. Ada beberapa adegan yang menurut gue sejenis plesetannya Game Of Thrones, seperti ketika Galavant mati dan dihidupkan kembali. Atau saat Chef bilang pasangannya boleh membesarkan anak perempuan ketika mereka menikah nanti, tapi cuma 1 aja, sisanya bakalan dikasih ke White Walkers.
Nah, selain series yang udah dan lagi ditonton, ada beberapa yang baru akan gue tonton :
3. Halfworlds (Season 2)
Kece!!!
Tengs Mas GGM supply nya
Sudah beberapa tahun kebelakang ini gue kembali tinggal di salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung Barat. Lembang. Kebanyakan orang pasti mengasosiasikan tempat ini sebagai pusatnya rekreasi. Tiap ada temen yang dateng ke Bandung dan tahu gue bermukim di sana pasti berkomentar "Asik dong, itu kan tempat wisata."
Kalo "asik" didefinisikan sebagai "sampe bosen dateng ke tempat wisata dan enek liat macet", iya, hidup gue asik banget.
Tapi, terlepas dari gegap gempita hiruk pikuk kawasan wisata, Lembang cuma sebuah kecamatan kecil dengan orang-orang yang ramah dan akrab, bahkan di tempat umum. Ya, ada sih beberapa cabe-cabean dan terong-terongan yang terbilang outlier, tapi sedikit kok. Sisanya orang-orang desa yang sederhana dan baik hati.
Tadi pagi, gue menjadi saksi ke-baik hati-an orang-orang Lembang.
Selepas beli kue karena kebagian ngirim takjil ke masjid dekat rumah, gue naik angkot di dekat Grand Hotel Lembang. angkotnya cuma mengangkut, mungkin sekitar 5 orang, yang satu persatu berguguran di tengah jalan. Sisa gue doang. Di Eldorado, setelah penumpang terakhir selain gue turun, supir angkot merapatkan mobilnya ke sisi kiri jalan, ke dekat seorang nenek yang nampak berdiri kebingungan.
"Bade kamana, Mak?" Mau ke mana, nek, tanya pak Sopir. Beliau celingukan terus bilang, "Bade ka Padalarang, Jang". Ternyata beliau mau ke Padalarang. Kalo ke Padalarang, nggak ada angkot yang langsung. Dari Eldorado haru naik angkot stasiun (yang gue naiki) dan turun di Kebon Kawung, untuk kemudian naik angkot ke Padalarang. Atau naik kereta juga bisa. Tapi karena neneknya udah sepuh maksimal, gue pikir naik angkot lebih mudah, karena nggak usah nambah jalan lagi ke dalem stasiun.
Akhirnya nenek tersebut naik, dan mulai cerita kalo beliau datang mengunjungi anaknya, tapi anaknya ke Ciamis, ke tempat mertuanya, jadi beliau akhirnya memilih pulang. Sepanjang jalan, gue bisa melihat nenek itu menggenggam uang, kayaknya cuma seribu atau dua ribu rupiah, koin, dan tebakan gue, duit beliau cuma segitu-gitunya.
Tanpa gue duga, Pak Sopir bertanya lagi,
"Ai ka Padalarang ongkosna sabarahaeun Mak?" kalo ke Padalarang, ongkosnya berapa? Neneknya bingung dan menjawab berapa ribu gitu, nggak terlalu jelas. Tebakan gue mungkin sekitar 10 ribu kali ya.
"Dua puluh rebu cekap Mak?" Pak Sopir memberikan uang dia ribuan yang cukup banyak ke si nenek. Terus neneknya nagnis sambil bilang makasih dan mendoakan Pak Sopir angkot semoga beliau diberi rejeki yang berlimpah.
Di situ gue beneran nggak tahu lagi harus komentar apa. Se-terharu-itu, entah karena gue lagi PMS apa gimana kok rasanya terenyuh banget. Tadinya gue mau turun di terminal Ledeng dan ganti angkot, tapi gue tahan sampai ke Hegarmanah, biar uang yang didapet Pak Sopirnya lebih banyak.
Nggak lama, banyak yang naik angkot si Pak Sopir.
Semoga rejeki Bapak lancar terus ya :)
Lagi, dan masih tentang A & B
Salah satu video klip yang menurut gue alurnya bagus, unik, dan selalu bikin gemez tiap ditonton.
Pas liat ini, langsung ngerasa kayak lagi liat diri sendiri. Rangkuman dari 500 Days Of Summer, dan sama seperti filmnya, video clip ini nampol.
Yha.
Selamat menonton!
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Di mana ada musim yang menunggu?
Walaupun gue suka sama semua jenis lagu, gue tetep punya preferensi terhadap genre-genre tertentu. Salah satu yang gue minati adalah trance. Dulu, gue demen banget sama Tiesto, Armin, Guetta, yang pada masanya selalu rebutan posisi 1-2-3 di chart Top DJ. Selain itu ada juga Tegan & Sara, yang gue kenal pertama lewat I Feel It In My Bones, kolaborasi bareng Tiesto. Makin kesini, gue mulai mengenal yang lain macem Dash Berlin yang terdengar lebih ringan, dan tentu saja, Above & Beyond yang kemudian menjadi idola gue.
Pertama kali gue kenal A & B melalui lagu You Gotta Go yang luar biasa menginspirasi. Selain lagunya enak, A & B demen banget bikin lagu yang nancep di hati. You Gotta Go gue dengar ketika gue lagi down soal kuliah, dan, luar biasa, liriknya bisa membangkitkan semangat. Selain itu, A & B punya versi akustik dari beberapa lagunya, yang membuat tiap individu yang mendengarnya makin merasa kasuat-suat, hatinya kayak teriris-iris.
Berikut beberapa lagu favorit gue dari A & B :
1. Satellite
Gue memang sering mengasosiasikan sebuah lagu dengan seseorang, dan lagu ini mengingatkan gue pada seorang lelaki yang selalu gue doakan keselamatan dan kesuksesannya. Konon katanya, lagu ini emang menceritakan tentang salah satu personil A & B yang pada saat itu LDR an sama istrinya. Gue lebih suka versi akustik dari lagu ini, karena lebih keluar aura lagunya.
Coba deh dengerin :"""
2. You Gotta Go
Lagu pertama A & B yang mampir ke telinga gue. Liriknya beneran menginspirasi, dan beat-nya asik banget. Lagu ini mendorong pendengarnya untuk selalu berusaha menjadi sukses dan meraih mimpinya.
Kalo yang ini, gue lebih suka versi asli dibandingin akustik
3. Miracle
Nah, ini lagu tentang kondisi bumi saat ini, dimana manusia seenak jidat moyangnya mengeksploitasi sumber daya tapi masih ngarep bisa hidup tenang tanpa bencana. Mereka nggak mikirin gimana generasi selanjutnya bisa bertahan hidup kalau mereka terus-terusan merusak lingkungan.
JLEBBB
4. Fly To New York
Ini lagu yang paaaaaaliiiing gue suka video klip-nya. Di video klip ini diceritakan seorang anak yang nekat ke New York buat ketemu seorang perempuan yang kirim-kirim surat ke bapaknya, setelah mendengar curhatan si bapak tentang istrinya yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Terus akhirnya si bapak nyusul ke NY, dan, cieee mereka ketemu. <3 <3 <3
Lagu ini gue dengerin pas lagi kangen sama orang yang gue mention di nomer 1.
I wish I could fly to Mel, not New York :p.
VIDEOKLIPNYA ALLAHUAKBAR SO HEARTWARMING I BURST IN TEARS WATCHING THIS MASTERPIECE!!!
5. On A Good Day
Udah, liat aja video klipnya, dengerin lagunya. Have a little faith.
Gue suka sama versi akustiknya, tapi videoklip aslinya beneran jleb banget. Berikut gue sertakan kedua video klip tersebut.
Lagu aslinya, video klip-nya bikin pengen nangis
Ini versi akustik
Selain lagu-lagu di atas, lagu seperti Sun & Moon, Counting Down The Days, We Are All We Need, dan beberapa lagu lain sering gue puter. Belum semua lagu A & B gue dalami, karena emang kebiasaan gue buat dengerin beberapa lagu selama berbulan-bulan, sampai akhirnya gue bisa move on dan mendengarkan lagu lain.
Selama ini genre trance sering diidentikkan dengan musik hura-hura, dugem, kadang minim makna. Tapi coba tengok barang sebentar junjungan gue Above & Beyond, maka lo akan mengalami pergeseran paradigma.
Kalo gue punya 20 jempol, gue angkat semuanya buat A & B!
Setelah melihat rentetan postingan gue yang lebih banyak berisi racun-racun dunia, kali ini gue mau menuliskan tentang sesuatu yang menyehatkan : dance fitness.
Semua berawal dari semester 1 kemarin, saat dengan semangat 45 gue berusaha menjadi sehat sampai daftar membership di 2 gym. Iya, dua. Satu di Urban Gym, gue ikutan kelas zumba, dan satunya lagi di S Fitness, gue daftar full membership, tapi gue cuma ikutan kelas aerobik sama zumba-nya aja. Tadinya pengen ikut yoga juga, tapi jadwalnya nggak cocok. Mau ikut belly dance, takutnya baru masuk kelas disuruh pulang lagi, setelah instrukturnya bilang, "Maaf, ibu hamil gak disarankan ikut kelas ini".
Menginjak semester 2, kesibukan yang begitu padat membuat gue agak tidak mungkin ikut kelas-kelas gym yang rata-rata kalo nggak pagi, sore hari. Daripada gue nggak olahraga sama sekali, akhirnya gue berniat download video senam-senam yang bisa dilakukan di rumah.
Sebetulnya, waktu kerja dulu, gue masih rajin olahraga di rumah, pakai videonya PopSugar Fitness. Favorit gue 40 minutes full body workout for beginner. Sebenernya gue seneng sama video itu karena.... diantara video olahraga yang lain, video itu yang paling mudah buat diikutin wkwkwk. Plus, dalam sebulan gue rutin olahraga pakai video itu, walaupun nggak full set (kadang gue cuma 2 set doang) badan gue super sangat fit sekali. Perut kotak-kotak, tangan kenceng, kaki kuat.
Ini video popsugar yang gue maksud
Namun, karena selama semester 2 gue merasa tiap hari energi tersedot oleh Dementor, maka gue butuh olahraga yang agak sedikit haha hehe dan membuat gue tersenyum, for the sake of sanity. Jadilah gue mencari video dance fitness. Sejauh ini gue pakai video dari 2 akun, yaitu The Fitness Marshall dan Dance Fitness With Jessica.
Kalau dibandingkan, The Fitness Marshall dance nya lebih centil, tapi lebih mudah diikuti. Kalo Dance Fitness With Jessica, gerakannya lebih sulit, tapi emang bikin keringetan maksimal. Ini gue sertakan video youtube mereka, dengan lagu yang sama dan gerakan yang beda.
"Me Too" -nya Megan Trainor, versi The Fitness Marshall
"Me Too" -nya Megan Trainor, versi Dance Fitness With Jessica
Menarik banget kan?
Selama liburan semester 2 ini, gue berencana buat membersihkan diri, hati, dan pikiran dari racun. Detoksifikasi. Setelah satu semester berlalu dengan penuh drama nggak penting, gue berharap bisa menenangkan diri dan mengatur jarak dengan sekitar, sehingga gue tahu gue harus berdiri di mana, melakukan apa.
Sejauh ini semuanya berjalan lancar. Ya nggak selamcar itu juga sih, tapi cukup lancar.
Semoga begitu kembali ke rutinitas lagi di kemudian hari, semuanya sudah tertata dengan rapi.
Ketika gue mengalami kekecewaan atau hal-hal kurang baik lainnya dalam hidup, gue bisa melakukan beberapa hal. Pertama, dandan. Pakai baju bagu. Pakai sematu cantik. Pakai kerudung indah. Nggak lupa pakai make up. Kedua, gue akan jadi sangat sarkas, ngomong dengan perumpamaan yang menarik, semua kata-kata gue bisa dikumpulkan jadi kutipan ala-ala buat ngisi tumblr, dan gue akan cuek, tidak peduli pada dunia dan isinya, kecuali diri gue sendiri. Dalam mode seperti ini, gue bisa multitasking dan bisa berpikir sangat cepat. Kemampuan bahasa naik, kemampuan otak meningkat, nekat, dan biasanya gue jadi lebih flirty.
Iya, saat ini gue ada di fase tersebut.
Mungkin gue lebih bego dari keledai, karena kalo gue lebih bego dari kedelai, gue disejajarkan apple to apple dengan Malika. Oke, bukan itu poinnya. Gue melakukan kesalahan yang sama. Berulang-ulang-ulang-ulang kali. Dan ceritanya selalu sama. Ending-nya ketebak. Apalagi kalo bukan perkara cinta gue yang udah kayak kondisi di Simpang Siur jam 7 pagi : chaos.
Gue terlalu peduli sama orang, dan itulah kelemahan gue.
Mungkin mulai detik ini gue sebaiknya mulai memerhatikan diri gue sendiri.
Versi positifnya, mungkin kami tidak cocok. Actually I think that he deserves better. So do I. Maybe we're too kind for each other and we must share our kindness with any other human being around us. So God made plans to puts our fate with other person.
Versi negatif : aelah. (udah gausah diterusin)
Jadi, begitulah. Gue bertransformasi menjadi Sarcastic Me.
Dan mencoba untuk tidak peduli pada apapun.

